Tampilkan postingan dengan label FreeBSD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FreeBSD. Tampilkan semua postingan
FreeBSD Segera Miliki Fitur Boot Environment

FreeBSD Segera Miliki Fitur Boot Environment

Situs FreeBSD News memberitakan fitur baru yang akan hadir di FreeBSD 11.0 nanti, yakni boot environmentBoot environment merupakan kumpulan snapshot sistem operasi yang bisa dipilih sewaktu boot. Fitur ini mengijinkan para sysadmin untuk mengembalikan sistem sebelum sistem rusak akibat kegagalan update maupun salah konfigurasi dengan cara memilih snapshot lawas.

Revisi yang ditulis Allan Jude ini menambahkan dukungan boot environment ZFS ke bootloader FreeBSD, mengijinkan pengguna untuk boot ke multi versi FreeBSD menggunakan satu zpool. Pekerjaan ini menjadi awal kolaborasi dengan beberapa pengembang Illumos yang mendemonstrasikan OpenIndiana, varian Illumos, booting dengan bootloader FreeBSD.”

FreeBSD 11.0 akan dirilis bulan September 2016.

FreeBSD Dapatkan Sendfile yang Berkinerja Lebih Cepat

FreeBSD Dapatkan Sendfile yang Berkinerja Lebih Cepat

Commit syscall sendfile FreeBSD

Terimakasih kepada Netflix. Atas kerjasamanya dengan NGINX sejak tahun 2013, berhasil merilis pengganti syscall sendfile di FreeBSD yang membuat kinerja transfer data semakin cepat.

Sebelum dibuat untuk FreeBSD, Netflix sudah menggunakannya untuk mengirim berpuluh-puluh Gb data per detik.

Syscall sendfile terbaru ini mendukung asynchronous I/O, non-blocking, dukungan flag extra, dan memiliki kinerja lebih cepat.

Yang sangat menarik. Netflix membuat penanganan TLS (Transport Layer Security) langsung dari webserver ke kernel. Normalnya, sendfile mengirim data ke userspace terlebih dahulu untuk dienkripsi yang kemudian dikirim melalui HTTPS.

Commit bisa ditemukan di tautan ini.

Beda sendfile FreeBSD dan Linux

Sendfile di Linux masih berupa synchronous, yang berarti aplikasi Anda harus menggunakan thread yang berbeda supaya mampu bekerja seperti asynchronous.

Seorang Hacker Kembangkan Tiruan Launchd Milik Mac OS X: Relaunchd

Seorang Hacker Kembangkan Tiruan Launchd Milik Mac OS X: Relaunchd

Mark Heily, seorang hacker yang ikut berkontribusi di dunia open source, mengembangkan relaunchd. relaunchd merupakan service management daemon yang terinspirasi dari launchd milik sistem operasi Apple Mac OS X.

Dalam penjelasan Mark, salah satu hal yang paling keren di relaunchd adalah ia mampu menggunakan socket activation untuk menjalankan Apache di dalam jail, meneruskan socket descriptor dari network interface utama di luar jail, dan pengguna akan mendapati semua langsung berjalan sempurna (“just work”).

Saat ini relaunchd sudah memiliki beberapa fungsi inti; me-load dan meng-unload job dengan launchctl, menjalankan job, pengaktifan socket job melalui Socket key, serta menggunakan periodic job. Beberapa fitur yang belum ada seperti cron, pe-restart-an job bila crash, pembatasan sumber daya, pemonitoran berkas dan direktori, dan lainnya.

Alih-alih seperti launchd yang memakai XML, relaunchd memakai JSON sebagai job manifestnya. Tapi, muncul saran bahwa relaunchd lebih baik menggunakan UCL yang mendukung banyak fitur termasuk komentar dan YAML.

Perbedaan lain antara launchd dengan relaunchd adalah direktorinya, misalnya di Mac OS X, launchd ada di /System/Library/LaunchDaemons sedangkan relaunchd lebih tradisional, yakni di /usr/local/etc/launchd/* dan di /usr/local/share/launchd/*. Tak seperti launchd yang berjalan di atas pid 1, relaunchd bekerjasama dengan perintah tradisional init serta mampu bekerja dengan /etc/rc.

Pengguna FreeBSD bisa menginstallnya melalui port “/usr/ports/sysutils/relaunchd”. Dan pengguna Linux bisa menginstallnya dengan dependensi libkqueue.

Anda bisa mengikuti proyek pengembangan relaunchd di Github.

FreeBSD Ramaikan Pasar ARM 64-bit

FreeBSD Ramaikan Pasar ARM 64-bit

Ingin menjajal sistem operasi selain GNU/Linux di server dengan arsitektur ARM 64-bit? Ok bung, perusahaan kecil di Polandia sudah melakukan hal itu.

Semihalf, nama perusahaan tersebut, sudah menjalankan FreeBSD beta di server 96-core yang dibangun dengan prosesor ThunderX Cavium. Prosesor ini merupakan hardware pertama berbasis ARM 64-bit yang mampu berjalan di FreeBSD.

Kemampuan FreeBSD memang mumpuni. Walaupun tak sefleksibel Linux, FreeBSD memiliki desain sistem operasi yang berbeda. Sistem operasi ini juga terkenal akan kestabilannya.

Prosesor berdaya-rendah ARM biasa dipakai di perangkat mobile. Tapi, akhir-akhir ini cukup banyak perusahaan yang memakai prosesor ARM 64-bit untuk mengembangkan teknologi cloud dan instalasi web hosting.

Walau ada kesan semakin banyak sistem operasi yang mendukung server ARM, Microsoft tak berniat mem-port Windows Server ke ARM, jadi Linux akan tetap mendominasi pasar ARM, ditambah sistem operasi Unix-like seperti FreeBSD.

Rayakan Ulang Tahun ke 20, OpenBSD Rilis Versi 5.8

Rayakan Ulang Tahun ke 20, OpenBSD Rilis Versi 5.8

Untuk merayakan usianya yang ke 20 tahun, OpenBSD merilis OpenBSD 5.8 pada tanggal 18 Oktober kemarin.

OpenBSD 5.8 membawa banyak perbaruan; dukungan hardware, installer, network, routing daemon, userland network, security, dan beberapa komponen inti lain seperti OpenSSH, LibreSSL, OpenSMTPD, Apache, dan Syslogd.

Anggota keluarga BSD ini juga membawa komponen-komponen baru, termasuk Xenocara, graphic stack berbasis Xorg 7.7, Xorg Server 1.16.4 dengan patch ekstra, FreeType 2.6, Mesa 10.2.9, Xterm 314, Binutils 2.17, GCC 4.2.1 dan 3.3.6, SQLite 3.8.9, Perl 5.20.2, Binutils 2.17, Ncurses 5.7, Less 458, Unbound 1.5.4, GDB 6.3, dan NSD 4.1.3.

“Ini adalah peluncuran ke 38 kami di CD-ROM (dan ke 39 via FTP/HTTP). Kami bangga dengan langkah 20 tahun OpenBSD dengan hanya memiliki dua lubang remot di instalasi default. Seperti dalam rilis sebelumnya, 5.8 menyediakan perbaruan yang signifikan, termasuk fitur-fitur baru, di hampir semua area sistem,” tulis pengembang OpenBSD.

Selain membawa paket-paket inti baru, OpenBSD 5.8 juga membawa perbaruan paket-paket aplikasi termasuk Chromium 44.0.2403.125, Mozilla Firefox 38.1.1 ESR, Mozilla Thunderbird 38.1.0, Vim 7.4.769, Emacs 24.5, PHP 5.6.11, GNOME 3.14.2, Python 3.4.2, KDE SC 4.14.3, Xfce 4.12, LibreOffice 4.4.4.3, Go 1.4.2, Mono 3.12.1, MariaDB 10.0.20, dan OpenJDK 1.8.0.45.

Anda bisa mengunduh OpenBSD 5.8 dan memasangnya di beragam arsitektur; amd64, i386, MIPS64el, MIPS64, Alpha, PowerPC, Sparch64, Sparch, Vax, Sh, dan HPPA.

FreeBSD 10.2 Beta 2 Diluncurkan

FreeBSD 10.2 Beta 2 Diluncurkan

Versi Beta kedua FreeBSD 10.2 baru saja dirilis. Beberapa fitur baru yang bisa ditemukan di antaranya image CDROM/DVDROM yang dibuildsecara default dan image memory stick berkemampuan-UEFI. Pembenahan masalah Denial of Service pada pemrosesan paket TCP. Dukungan terhadap Promise TX8660 8-port 3Gbps HBA, dan lainnya.

Berkas FreeBSD 10.2-BETA2 bisa diunduh untuk arsitektur amd64, armv6, i386, ia64, powerpc, powerpc64, dan sparc64. Pengumuman resmi peluncuran tersebut bisa dilihat di mailist freebsd-stable.

PC-BSD 10.1.2 Tawarkan Mode Tor, PersonaCrypt, LibreSSL

PC-BSD 10.1.2 Tawarkan Mode Tor, PersonaCrypt, LibreSSL

Para pengembang PC-BSD baru saja membagikan informasi mengenai fitur-fitur baru yang akan dibenamkan di PC-BSD 10.1.2. Walaupun versi ini disesuaikan dengan rilis poin FreeBSD, PC-BSD tetap menambah fitur-fitur berorientasi desktop yang menarik.

PC-BSD 10.1.2 membawa fitur PersonaCrypt sebagai utilitas CLI untuk mengenkripsi direktori home ke media eksternal, fitur pindah ke mode Tor, mode stealth, penggunaan LibreSSL alih-alih OpenSSL, dan dukungan untuk backup yang terenkripsi.

Detail fitur bisa dilihat di laman blog PC-BSD.

Pengembang Tunda EOL FreeBSD 8.4

Pengembang Tunda EOL FreeBSD 8.4

FreeBSD 8.4 masuk EOL (End of Life) pada tanggal 30 Juni 2015 kemarin, tapi para pengembang memutuskan untuk menundanya. Mereka ingin memastikan bahwa segalanya baik dan cukup menarik pengguna untuk memperbarui FreeBSDnya. Salah satu hal yang dilakukan termasuk memperbaiki masalah pada Sendmail.

FreeBSD security officer, Xin Li, menulis, “Setelah beberapa peringatan akan masuknya FreeBSD 8.4 ke fase EOL, beberapa masalah tentang keamanan hadir dan menarik perhatian kami, laporan paling banyak adalah pada Sendmail. Kami memutuskan untuk menunda EOL versi 8.4 dan 8-STABLE sampai 1 Agustus 2015 untuk memastikan masalah teratasi.”

Jadwal siklus hidup FreeBSD bisa dilihat di surel milist.

Proses Peningkatan ke Qt 5.10 Masih Berjalan, Porta FreeBSD Bawa KDE Plasma 5.12.5

Proses Peningkatan ke Qt 5.10 Masih Berjalan, Porta FreeBSD Bawa KDE Plasma 5.12.5

Perkembangan dukungan KDE Plasma pada FreeBSD adalah salah satu hal menarik yang selalu patut disimak. Selama empat tahun terakhir, FreeBSD hanya menyediakan KDE4 meskipun KDE Plasma 5 sudah diperkenalkan pada tahun 2014. Jelas, kehadiran rilis seri termutakhir tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh pengguna di saat mayoritas pengguna GNU/Linux sudah memakainya sehari-hari.

Para penggawa dukungan KDE Plasma di FreeBSD adalah Tobias C. Berner, Jason E. Hale, Raphael Kubo da Costa, Gleb Popov, serta yang paling rajin mengabarkan perkembangan pekerjaan mereka: Adriaan de Groot.

Menurut laporan terkini Adriaan de Groot, mereka masih menggunakan Qt 5.9 demi mendukung WebEngine. Dari keterangan pos tersebut, WebEngine terlihat menjadi penghambat proses peningkatan dukungan ke Qt 5.10. Sementara itu, dukungan Qt 5.10 semakin hari semakin meningkat, walau perlahan.

Gambar 1. KDE Plasma di FreeBSD (kde.org)

Pekerjaan rumah Groot dkk tidak berhenti pada peningkatan versi Qt, mereka harus membenamkan rilis terbaru KDE Frameworks yang sempat tertinggal. “Sebenarnya, hari ini terdapat stack perangkat lunak KDE di porta FreeBSD yang membutuhkan waktu lama untuk diperbarui karena kami perlu menjalankan exp-runs.”

Meskipun KDE Plasma 5.13 sudah siap dipakai, FreeBSD tetap bertahan di rilis LTS 5.12.5, dengan Qt 5.10.1, KDE Applications 18.04.1, dan KDE Frameworks 5.46.0. Di samping itu, mereka juga membenamkan Kdevelop 5.2.1, Digikam 5.9.0, dan KDE lawas 4.14.3.

DragonFlyBSD 5.2.2 Benamkan Mitigasi Spectre/Meltdown, Tambal Lazy State Save/Restore

DragonFlyBSD 5.2.2 Benamkan Mitigasi Spectre/Meltdown, Tambal Lazy State Save/Restore

Proyek sistem operasi BSD bernama dan berlogo capung belum lama ini meluncurkan rilis termutakhir: DragonFlyBSD 5.2.2. DragonFlyBSD adalah sistem operasi yang memiliki basis ideal UNIX dan API yang sama (seperti BSD lain dan GNU/Linux) dan, layaknya BSD lain, ia membawa kode turunan dari sistem operasi BSD generasi lawas.

Satu keunikan DragonFlyBSD yang patut untuk dicoba adalah sistem berkas HAMMER. Pengembang menyebut HAMMER sebagai sistem berkas dengan performa tinggi nan modern dengan fitur pencerminan (mirroring) dan akses historik.

DragonFlyBSD 5.2.2 merupakan milestone rilis minor yang sangat penting karena telah membenamkan mitigasi Spectre dan Meltdown serta membenamkan perbaikan kerentanan CVE-2018-3665 (Lazy State Save/Restore) dan kerentanan CVE-2018-8897.

Pengembang menyebut, pada DragonFlyBSD 5.2.2, mitigasi Meltdown aktif secara otomatis jika perangkat pengguna menggunakan CPU Intel. Berbeda dari mitigasi Spectre yang perlu diaktifkan secara manual melalui sysctl. Di samping penambahan mitigasi, rilis ini juga membawa peningkatan performa dan pembenahan bug pada berkas HAMMER2. Kini, pengembang sudah cukup percaya diri untuk merekomendasikan sistem berkas ini sebagai sistem berkas root bawaan pada mode non-clustered.

DragonFlyBSD 5.2.2 juga memperbarui fitur ipfw dan menambahkan dukungan GPU Intel Coffeelake pada driver kernel drm/i915.

Untuk memutakhirkan sistem operasi DragonFlyBSD ke rilis ini, silakan ikuti tata cara yang dituliskan pada laman ini. Namun, jika kamu lebih tertarik mengunduh citranya, silakan kunjungi dragonflybsd.org.

Tak Lagi Jadi ‘FreeBSD Versi Desktop’, TrueOS Akan Fokus Pada Pengembangan Inti Sistem Operasi

Tak Lagi Jadi ‘FreeBSD Versi Desktop’, TrueOS Akan Fokus Pada Pengembangan Inti Sistem Operasi

TrueOS mungkin menjadi salah satu sistem operasi “galau” yang selama beberapa waktu berganti-ganti fokus. Tentu, kalau pembaca mengikuti perkembangan sistem operasi BSD ini, TrueOS (dulu PC-BSD) sempat menjadi sistem operasi berbasis FreeBSD yang fokus dengan desktop KDE, kemudian berubah menjadi sistem operasi yang lebih netral (tidak menjadikan desktop tertentu didukung secara khusus), lalu menjadi sistem operasi dengan Lumina sebagai desktop utama, dan menjadi sistem operasi rilis bergulir (rolling release).

Pengumuman terbaru, TrueOS akan fokus pada hal anyar: pada pengembangan inti (core) sistem operasi. TrueOS akan mengalihkan fokus untuk menjadi sistem operasi yang menerapkan teknologi cutting-edge dan menjamin kestabilan dukungan ZFS serta sistem dasar FreeBSD. “Gol kami adalah membuat sistem operasi inti-sentris (core-centric) yang modular, fungsional, dan sempurna untuk kamu-oprek-sendiri dan (untuk) pengguna mahir,” Josh Smith menerangkannya via trueos.org

Cutting-edge adalah istilah teknologi terkini yang telah teruji sedangkan bleeding-edge lebih pada teknologi terkini yang belum begitu teruji. Tautan ini adalah salah satu artikel yang saya rekomendasikan untuk memahami dua istilah tersebut.


Sekarang pengembang menyebut sistem operasi ini sebagai dowstream fork, istilah untuk mewakili “TrueOS yang dapat digunakan sebagai platform dasar proyek lainnya”. Saya belum mendapatkan contoh konkrit untuk menggambarkan dowstream fork, tetapi mungkin kamu dapat membayangkan Ubuntu Core, salah satu versi Ubuntu yang dapat dipakai di proyek tertanam, IoT, robot, dan proyek lainnya, serta Arch Linux yang dapat dipakai untuk mengembangan distribusi lain (seperti Manjaro, Chakra Linux, KaOS, dll). TrueOS ingin menjadi seperti itu.

TrueOS akan dirilis dua kali dalam setahun yang akan selalu memperkenalkan fitur-fitur baru pada ZFS, bhyve, dan perkakas yang berhubungan dengannya.

Gambar 1. AppCafe (TrueOS)

Bagi yang masih ingin menikmati TrueOS sebagai “vesi grafis dari FreeBSD”, pengembang tetap akan mendukungnya. Dengan demikian, pengguna tetap dapat memasang paket aplikasi apapun melalui perintah pkg install termasuk desktop environment KDE yang dapat dipasang dengan perintah sudo pkg install kde. Pengembang juga mengumumkan proyek penerus TrueOS lawas dengan nama Project Trident.

“Kamu tetap akan memiliki Lumina Desktop sebagai desktop environment ringan dan kaya fitur serta beragam utilitas dari toolchainTrueOS lawas seperti sysadm dan AppCafe,” jelasnya. Pengembang berjanji akan memuluskan proses migrasi bagi pengguna yang ingin beralih ke sistem operasi berbasis FreeBSD lain seperti Project Trident atau GhostBSD

Demi Dukungan OpenRC, GhostBSD Akan Ganti Sistem Dasar ke TrueOS

Demi Dukungan OpenRC, GhostBSD Akan Ganti Sistem Dasar ke TrueOS

Meskipun situs ini berjudul Kabar Linux, tidak berarti kami tak mengabarkan sistem operasi yang senyawa dengannya. Maksud kami, sistem operasi yang dibangun dengan semangat FLOSS (Free/Libre Open Source Software). Sistem operasi *BSD adalah salah satu yang masuk di radar kami.

Setelah HardenedBSD memutuskan untuk kembali ke OpenSSL dari sebelumnya memakai LibreSSL, proyek GhostBSD akan mengubah sistem dasar mereka ke sistem operasi lain.

GhostBSD adalah salah satu sistem operasi BSD yang fokus menyediakan lingkungan desktop dengan MATE sebagai desktop environmentutamanya. Selama ini, GhostBSD dibangun dengan basis FreeBSD, tetapi di masa mendatang sistem dasar tersebut akan diganti dengan TrueOS.

“Anda mungkin pernah melihat diskusi mengenai subyek ini di forum GhostBSD. Jadi GhostBSD akan meluncurkan versi baru di masa mendatang dengan TrueOS sebagai sistem dasarnya,” jelas Eric Turgeon.

Peralihan sistem dasar sistem operasi ini ke TrueOS karena komunitas ingin GhostBSD memiliki dukungan rc yang lebih bagus dengan OpenRC. TrueOS sendiri merupakan sistem operasi berbasis FreeBSD yang telah menerapkan dukungan OpenRC. Eric mengungkapkan, tidak mungkin mereka menerapkan OpenRC dari awal di GhostBSD dengan tim yang sedikit. Oleh karena itu, untuk memudahkan proses tersebut, mereka lebih memilih sistem TrueOS yang sudah teruji dukungan OpenRC-nya.

Kebetulan juga dua pengembang utama GhostBSD adalah pekerja iXsystems — perusahaan di balik proyek TrueOS.

Di samping penerapan OpenRC yang ciamik, memilih TrueOS juga bakal memudahkan GhostBSD untuk mengimplementasikan dukungan reproducible builds, peningkatan keamanan dengan integrasi LibreSSL, dsb.

Jika kamu masih asing dengan GhostBSD dan berminat untuk meliriknya, silakan kunjungi ghostbsd.org.

OpenSSL

OpenSSL

Dalam dunia BSD, terdapat satu sistem operasi yang berusaha memperkuat keamanan (hardening) FreeBSD dengan cara menerapkan teknologi keamanan dan mitigasi eksploit di atasnya. Sistem operasi yang dinamai sebagai HardenedBSD ini dimulai pertama kali dengan menerapkan dukungan Address Space Layout Randomization (ASLR) pada setan merah.

Salah satu implementasi perangkat lunak untuk memperkuat keamanan HardenedBSD adalah penggunaan LibreSSL sebagai pengganti OpenSSL. Implementasi LibreSSL sangat beralasan karena tak jarang pengguna dan pengembang menemukan bug kritis pada OpenSSL di samping basis kode LibreSSL yang lebih bersih dan kode yang lebih aman. Dalam suatu waktu, enam kerentanan kritis ditemukan pada OpenSSL tetapi tidak di LibreSSL, meskipun LibreSSL dibangun pertama kali dengan basis kode OpenSSL.

Penerapan LibreSSL pada HardenedBSD belum begitu lama, yakni dimulai tahun lalu pada versi 12-CURRENT. Sejak saat itu, Bernard Spil, pengembang sistem operasi ini, terus mengikuti perkembangan LibreSSL dan terus memperbaruinya dengan sukses. Namun, mulai bulan depan sepertinya pembaruan LibreSSL pada HardenedBSD tidak akan terjadi lagi.

Proses pemutakhiran paket LibreSSL antar rilis mayor ternyata sangat menyulitkan. Ketika Bernard memutakhirkan versi 2.6.4 ke 2.7.2, ports tree (semacam repositori) HardenedBSD rusak. Sampai 28 April, beberapa port sangat penting masih rusak. Co-founder proyek menegaskan, proses pemutakhiran versi mayor LibreSSL harus dilakukan oleh tim, tidak bisa sendiri seperti yang selama ini dilakukan oleh Bernard Spil.

Untuk mengatasi hal tersebut, HardenedBSD memutuskan untuk kembali ke OpenSSL terlebih dahulu sambil menunggu kontributor baru yang ingin ikut memelihara LibreSSL pada HardenedBSD.

Total peralihan terjadi bulan Juli 2018

Selama dua bulan ini, pengembang akan sibuk mengembalikan OpenSSL pada HardenedBSD. Pada 1 Juli, peralihan akan terjadi secara simultan di rilis 12-CURRENT dan 11-STABLE. Sistem yang digunakan oleh pengguna diharapkan termutakhirkan secara lancar karena repositori paket yang fokus pada LibreSSL tetap akan tersedia sampai akhir tahun 2018.

Beberapa pengaruh yang terjadi ketika HardenedBSD kembali menggunakan OpenSSL adalah nilai variabel MK_LIBRESSL yang diganti “no” dan local_openntpd_enable=”YES” diganti dengan ntpd_enable=”YES”. Selain itu, beberapa paket yang tertaut dengan libcrypto atau libssl juga perlu dibangun ulang.

Untuk melihat laman proyek HardenedBSD silakan kunjungi hardenedbsd.org.

Dukungan Desktop Terkini Semakin Mantap, KDE Plasma 5 Masuk Port Ofisial FreeBSD

Dukungan Desktop Terkini Semakin Mantap, KDE Plasma 5 Masuk Port Ofisial FreeBSD

Para pengguna FreeBSD desktop, terutama desktop KDE4, perlu bersiap-siap untuk memutakhirkannya ke KDE Plasma 5. Dari keterangan pengembang, dukungan KDE Plasma 5 sudah semakin matang di FreeBSD.

Tobias Berner adalah pengembang yang bertanggung jawab menyediakan ports tree resmi KDE Plasma di FreeBSD sedangkan Adriaan de Groot adalah pengembang yang bertanggung jawab mengolah dukungan desktop environment tersebut di sistem operasi tersebut.

Port KDE Plasma 5 yang disediakan oleh FreeBSD berbentuk meta dengan nama x11/kde5Port meta ini berisi x11/kf5-frameworksx11/plasma5-plasma-desktop, dan port meta KDE Applications. Supaya tidak bingung, port adalah skrip yang mengotomasi instalasi paket dari source code. Slackbuilds.org pada Slackware dan ebuilds pada Gentoo merupakan salah satu contoh penerapan port seperti FreeBSD di GNU/Linux. Sedangkan meta adalah sesuatu yang berisi sesuatu lainnya. Dalam kasus ini, port meta x11/kde5 adalah port yang berisi banyak portlainnya.

Gambar 1. KDE Plasma dijalankan di mesin virtual FreeBSD

Dari penjelaskan mengenai isi x11/kde5, pengguna FreeBSD dapat menjalankan desktop KDE Plasma 5 dengan memasang port x11/xorgx11/sddm, dan x11/kde5. Bagi yang ingin memasang Falkon (dulu Qupzilla), KDevelop, dan Krita, FreeBSD menyediakan port sendiri yang diberi nama www/falkondevel/kdevelop, dan graphics/krita.

Dengan hadirnya x11/kde5, paket KDE4 dan KDE Plasma 5 pada FreeBSD sudah terpisahkan dengan jelas. Pengguna dapat memasangnya beriringan tanpa perlu takut bentrok. Namun, mengingat KDE4 dan Qt4 sudah masuk EOL bertahun-tahun lalu, dukungan KDE Plasma 5 di FreeBSD menjadi salah satu milestone penghentian total dukungan KDE4 dari sistem operasi ini.

Target dukungan selanjutnya

Saat ini pengembang sibuk memasukkan Qt 5.10 ke ports tree ofisial, memperbaiki bug yang ditemukan pada KDE dan CMAKE, menerapkan Wayland, dsb.

Dirilis Lebih Cepat, OpenBSD 63 Sediakan LibreOffice 6 dan GNOME 3.26.2

Dirilis Lebih Cepat, OpenBSD 63 Sediakan LibreOffice 6 dan GNOME 3.26.2

Pekan ini, Theo de Raadt, pimpinan badass pengembangan sistem operasi OpenBSD meluncurkan OpenBSD 6.3 lebih cepat dari pada jadwal rilis semula, 15 April. OpenBSD 6.3 merupakan rilis termutakhir yang dikembangkan selama enam bulan sejak Theo mengumumkan OpenBSD 6.2.

Gambar 1. OpenBSD 63 (openbsd.org)

Sebagai rilis termutakhir, tentu OpenBSD 6.3 menghadirkan pembaruan yang tidak sedikit, beberapa di antaranya adalah pembaruan driverperangkat keras seperti driver untuk X-Powers AXP Power Management IC, Broadcom BCM2835 sampai BCM2837 yang kini mendukung pemonitor temperatur, driver untuk bridge Rockchip RK3399, dll. Tidak ketinggalan OpenBSD 6.3 juga meningkatkan dukungan EFI dan dukungan ethernet pada Intel Cannon Lake dan Ice Lake.

Beragam komponen khas OpenBSD, salah satunya, OpenSMTPD ditingkatkan ke versi 6.0.4 begitu juga dengan OpenSSH ke versi 7.7, dan LibreSSL ke 2.7.2.

Bagi pengguna OpenBSD desktop (yep, di ranah desktop, jangan remehkan sistem operasi ini), rilis OpenBSD 6.3 membawa LibreOffice 6.0.2.1, dua versi peramban Firefox (52.7.3 ESR dan 59.0.2), Chromium 65, desktop environment GNOME 3.26.2 dan KDE 3.5.10 maupun 4.14.3 (kompleksitas KDE Plasma 5 masih menjadi penghambat pemaket OpenBSD untuk menyertakannya), serta GIMP 2.8.22. Sebagai pondasi lingkungan desktop, OpenBSD membenamkan Xenocara dengan basis XOrg 7.7 dengan xserver 1.19.6, dilengkapi dengan Mesa 13.0.6, fontconfig 2.12.4, freetype 2.8.1, dan xterm 330.

Sebetulnya sangat banyak perubahan yang dibenamkan oleh pengembang di rilis ini. Untuk lebih lengkapnya, kamu dapat menyimak laman rilis ini.

Untuk mengunduh citra ISO OpenBSD, silakan rujuk tautan inisedangkan jika ingin memutakhirkan sistem 6.2 kamu ke 6.3, silakan ikuti langkahnya di tautan ini.

Benamkan Mitigasi Meltdown dan Spectre, TrueOS 18.03 Diluncurkan

Benamkan Mitigasi Meltdown dan Spectre, TrueOS 18.03 Diluncurkan

Buat penggemar sistem operasi BSD, Ken Moore dari proyek TrueOS mengumumkan rilis anyar TrueOS 18.03. TrueOS adalah sistem operasi berbasis FreeBSD yang ditujukan untuk lingkungan desktop—​lengkap dengan desktop environment ringan dan aplikasi-aplikasi penunjang kerja para pengguna desktop kasual.

TrueOS 18.03 adalah rilis penting, pengembang sendiri menyebutnya demikian. TrueOS 18.04 hadir dengan membawa mitigasi Meltdown dan Spectre. Jangan kaget, selain GNU/Linux, BSD juga menjadi sistem operasi yang terdampak kerentanan pada prosesor Intel tersebut.

Pada kasus mitigasi Meltdown, pengguna mesin virtual semacam FreeBSD jails disarankan untuk meningkatkan versi sistem operasi ke rilis terkini untuk menghindari masalah yang tidak-tidak. Sedangkan pada kasus mitigasi Spectre, TrueOS sudah menerapkan mitigasi untuk Spectre V2. Semua paket aplikasi pihak ketiga pun telah dikompilasi ulang menggunakan LLVM/Clang 6 dengan retpoline.

“Ini memperbaiki banyak isu pada alokasi memori dan memaksa kebutuhan yang lebih ketat pada kode dan penggunaan memori aplikasi,” tutur Ken Moore.

Meskipun demikian, beberapa aplikasi pihak ketiga belum mendukung standar baru untuk mencegah Meltdown dan Spectre sehingga pengembang bergantung pada upstream aplikasi maupun pemelihara port FreeBSD untuk menerapkan hal serupa.

Di samping dua mitigasi kerentanan tersebut, pengembang juga membenamkan LibreSSL 2.6.4, peramban Firefox 58.0.2, Chromium 63, dan Qt5 Webengine 5.9.4.

Jika sebelumnya kamu sudah menggunakan TrueOS 17.12, kamu tak perlu lagi mengunduh citra ISO TrueOS 18.03, kamu hanya perlu memutakhirkannya lewat manajer paket

NetBSD 8.0 Hadir, Sudut Keamanan Semakin Meningkat

NetBSD 8.0 Hadir, Sudut Keamanan Semakin Meningkat

Hampir sepekan lalu, tim pengembang salah satu sistem operasi BSD yang cukup populer menerbitkan rilis anyar: NetBSD 8.0. NetBSD 8.0 adalah rilis mayor terkini yang dikembangkan selama empat bulan sejak kehadiran NetBSD 7.1.2.

“Proyek NetBSD dengan bangga mengumumkan NetBSD 8.0, rilis mayor keenam belas dari sistem operasi NetBSD. Ia merepresentasikan banyak perbaikan bug, dukungan perangkat keras tambahan, dan fitur-fitur keamanan baru,” ujar Martin Husemann, pemelihara NetBSD untuk sparc64.

Seperti yang disinggung oleh Martin Husemann, NetBSD 8.0 membawa banyak pembaruan. Pembaruan itu termasuk pengerjaan ulang stackUSB dan penambahan dukungan USB3, dukungan reproducible buildsaudio mixer in-kernel, pengaktifkan PaX ASLR dan proteksi memori PaX MPROTECT secara bawaan pada i386, evbarm, amd64, dan landisk.

Tidak berhenti di situ, rilis ini juga mengaktifkan dukungan PIE (Position Independent Executables) secara bawaan pada i386, ARM, amd64, MIPS, m68k, sh3, dan sparc64, menambahkan layer soket baru untuk menambahkan dukungan perangkat komunikasi pada bus CAN, dll.

Keamanan NetBSD 8.0 juga semakin mantap dengan pembenaman mitigasi Meltdown, SpectreV2, dan SpectreV4, serta penonaktifan Lazy CPU pada perangkat Intel yang rentan pada arsitektur i386 dan amd64. Kedua arsitektur tersebut juga memperoleh bootloader UEFI.

Di luar basis kode NetBSD itu sendiri, rilis ini telah membenamkan GCC 5.5, GNU binutils 2.27, GDB 7.12, Clang/LLVM 3.8.1, OpenSSL 1.0.2k, OpenSSH 7.6, mdocml 1.14.1, acpica 20170303, dhcpcd 7.0.6, ntp 4.2.8p11-o, serta Lua 5.3.4.

Pengguna yang ingin memutakhirkan NetBSD 7.1.2 ke NetBSD 8.0, silakan ikuti proses pemutakhirannya di tautan ini. Jika ingin mengunduh berkas citranya, silakan kunjungi repositori cdn.netbsd.org.

Rilis Anyar FreeBSD 11.2 Meluncur, Tingkatkan Dukungan Beragam Perangkat Keras

Rilis Anyar FreeBSD 11.2 Meluncur, Tingkatkan Dukungan Beragam Perangkat Keras

Tidak hanya proyek distribusi GNU/Linux yang beberapa hari terakhir meluncurkan rilis baru, sistem operasi FreeBSD juga menerbitkan versi termutakhir: FreeBSD 11.2.

“FreeBSD Release Engineering Team dengan bangga mengumumkan ketersediaan FreeBSD 11.2-RELEASE. Ini adalah rilis (pembaruan) ketiga untuk branch stable/11,” pengembang menuliskan pengumuman di freebsd.org.

Banyak sekali pembaruan yang dibenamkan pada FreeBSD 11.2, beberapa yang perlu disorot adalah pembaruan OpenSSH ke versi 7.5p1 dan OpenSSL ke 1.0.2o. Rilis ini juga meningkatkan utilitas Clang, LLVM, lldb, dan compiler-rt ke versi 6.0.0. Pustaka libarchive 3.3.2 dan libxo 0.9.0 juga disertakan pada rilis poin kedua untuk seri FreeBSD 11 ini.

Dukungan perangkat keras pada FreeBSD 11.2 semakin ramai dengan kehadiran device driver ixlcxgbeng_pppoeocs_fwmlx5io, dan smartpqi, begitu juga dengan dukungan EFI yang semakin meningkat dengan kehadiran utilitas efibootmgrdwatch, dan etdump. Karena dukungan KDE Plasma 5 masih dalam proses penggodokan, FreeBSD 11.2 masih memakai KDE 4.14.3. GNOME 3.18 juga menjadi desktop environment mayor yang layak menjadi pilihan.

Citra ISO FreeBSD 11.2 dapat diperoleh melalui repositori resmi. Untuk memutakhirkan dari FreeBSD 11.1 atau sebelum itu ke rilis ini, silakan simak handbook FreeBSD.